Baginya, Dia itu ada.
Jika Dia tidak ada, tidak mungkin muncul kata Dia.
Dia itu banyak, baik dari wajah dan kepribadian, tetapi pada hakikatnya satu.
Bagi banyak orang, Dia mempunyai banyak nama.
Bagi banyak orang pula, dia mempunyai satu nama.
Bagi orang-orang tertentu, dia tidak mempunyai nama.
Dia terbukti ada, bagi orang yang dapat merasakan kehadirannya.
Bagi orang yang tidak dapat merasakan kehadirannya, Dia tidak mungkin ada.
Dia itu nyata, sebagian orang dapat merasakannya.
Namun bagi sebagian orang, dia itu abstrak, tidak ada.
Seandainya orang itu mengenal Dia.
Baik nama, wajah dan kehadirannya, Dia pasti keluar menunjukan diri.
Seandainya pula orang itu mengenal Dia,
hanya orang itu sendiripun yang dapat merasakan,
arti kehadiran seorang Dia.
Apapun pikirannya, hanya dia yang tahu dan mengerti.
No comments:
Post a Comment